yufid.com
Tampilkan postingan dengan label MOTIVASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MOTIVASI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 November 2013

Biar Manula Tetap Berkarya (Bandara Changi)

Ketika  di Bandara Changi Singapore, ada pemandangan yang membuat saya heran bercampur takjub, hampir 80 % pekerja bagian cleaning servicenya adalah manula yang kalau di taksir usia beliau beliau tersebut di atas 65 tahun, memang terlihat gerak beliau sudah lambat,  namun tetap sangat berkualitas bila dilihat dari kebersihan toilet, lantai juga lingkungan dalam dan luar bandara. 

Toilet di Bandara Changi memang best, ditambah lagi dengan kebiasaan dan kesadaran penggunanya untuk tetap menjaga kebersihan. maklum Singapura terkenal dengan kota denda, bila ketahuan jorok siap siap saja didenda, 

di pintu keluar toilet terdapat layar monitor yang menunjukkan siapa petugas kebersihan yang bertugas hari ini lengkap dengan Photo petugasnya,  dilayar tersebut tertulis kalau diartikan kira kira "Bagaimana Hasil Kerja Saya, Excellent, Good, atau Poor", 
dengan menggunakan teknologi touch screen, para pengguna dapat memberi penilaian terhadap hasil pekerjaan beliau yang sedang bertugas.

Didorong oleh rasa simpati (bukan oleh rasa iba) dan kebetulan lagi gak ada orang,,hehe,,:) saya berdiri di depan layar monitor tersebut sambil menekan pilihan Excellent berkali-kali.. :)



Dengan harapan semoga opa opa dan oma oma yang bertugas di bandara Changi tersebut dapat bonus, atau reward atau naik gaji.. atas hasil kerja beliau yang memang Excellent,   belum tentu anak muda sanggup melakukan se Excellent  yang dilakukan Opa dan Oma tersebut. salut buat Opa dan Oma walaupun sudah Manula tetap Berkarya.

Selasa, 05 Februari 2013

Rasa Syukur

Sebagian kita mengganggap rasa syukur itu akan terasa pada saat telah menerima sesuatu..misalnya terima gaji, dapat bonus, nemu dompet dll..

sebenarnya rasa syukur itu harus kita rasakan justru pada saat kita belum atau tidak menerima sesuatu.
rasakanlah syukur pada saat kita memiliki waktu, kesehatan dan sumberdaya yang ada,  yang mana sumberdaya waktu dan kesehatan itu kita gunakan sedemikian rupa sehingga menghasilkan sesuatu yang berguna untuk kita dan orang lain.

akhirnya setelah meng"olah" waktu, kesehatan, dan sumberdaya yang ada tersebut maka akan lahirlah sesuatu..

sesuatu ini adalah efek samping dari rasa syukur tersebut.

Firman Allah SWT. BERSYUKURLAH MAKA AKAN KUTAMBAHKAN NIKMATKU. JIKA TIDAK SIKSAKU TERAMAT PEDIH.

Sabtu, 04 Februari 2012

Modal

Modal, kembali lagi modal selalu manjadi pertanyaan dan hambatan terbesar bagi seseorang untuk memulai bisnis,  wajar saja jika modal dijadikan hambatan besar untuk memulai usaha. Bila seseorang mengidentikkan modal adalah uang maka sudah pasti modal manjadi hambatan besar. Namun bila calon pe bisnis memiliki sudut pandang yang berbeda mengenai modal maka modal itu tidak lagi menjadi hambatan besar.
Sudut pandang yang bagaimana?
                “modal” sebagai suatu konsep ekonomi dipergunakan dalam konteks yang berbeda-beda. Dalam rumusan yang sederhana, misalnya Mubyarto memberikan definisi: “modal” adalah barang atau uang, yang bersama-sama faktor produksi tanah dan tenaga kerja menghasilkan barang-barang baru” (1973:94). Dalam artian yang lebih luas, dan dalam tradisi pandangan ekonomi non-Marxian pada umumnya, “modal” mengacu kepada “asset” yang dimiliki seseorang sebagai kekayaan (wealth) yang tidak segera dikonsumsi melainkan, atau disimpan (“saving” adalah “potential capital”), atau dipakai untuk menghasilkan barang/jasa baru (investasi). Dengan demikian, modal dapat berwujud barang dan uang.
Pak..saya tidak punya uang dan tidak punya barang seperti yang disebutkan defenisi tadi. Bila kita merenungkan defenisi modal seperti diatas maka yang akan kita rasakan sebagai calon pebisnis adalah lutut lemas, semangat kendor angan angan melayang jauh,,hehe,,
Sekarang saatnya kita melakukan reset ulang defenisi modal, menjadi:
Modal adalah apa saja yang telah diberikan Allah SWT kepada kita sebagai mahluk Nya, pemberian tersebut diselaraskan dengan tuntunan baik atau Akhlakul Karimah yang juga sudah digariskan NYA.
Akal fikiran dan jasmani kita adalah modal sangat besar yang diberikan tuhan kepada kita, tanpa perlu kita cari modal ini sudah melekat pada diri kita. Tinggal bagaimana kita memanfaatkan pemberian ini sesuai dengan tuntunan yang baik atau akhlak yang baik.
Tahap pertama yang harus dilakukan adalah Niat. Niat kan lah anda bahwa anda ingin menjadi seorang wiraswatawan atau pebisnis, denga niat yang kuat maka akan tercipta keresahan positif dalam diri untuk dapat melaksanakan apa yang sudah diniatkan  ini sering kita kenal sebagai komitmen pada diri sendiri,
Komitlah pada akhlak yang baik seperti jujur,ikhlas,rajin,tepat waktu, tidak putus asa,  kreatif dan sebagainya. Hal ini akan menancap sebagai trade mark tersendiri bagi diri anda. Sambil menjalin tali silaturahim, atau sering kita dengan dengan network atau relasi, selalulah menjaga kepercayaan. jangan lupa untuk beribadah dan terus berdoa.
Ok. Niat sudah akhlak sudah network sudah, semua sudah, lalu kapan uang dan barang sebagai modal itu datang. Disinilah the hand of God atau tangan Tuhan itu berperan. untuk menjelaskan ini saya hanya bisa memberikan berbagai contoh, seperti para pemilik  uang hanya akan mempercayakan uangnya kepada orang yang jujur, distributor akan menitipkan barang dagangnya hanya kepada orang yang jujur,pekerja keras dan memiliki network yang luas tanpa harus membayar barang tersebut pada distributor, pemilik toko akan meminjamkan tokonya tanpa uang muka sewa juga hanya kepada orang yang jujur dan diyakini bisa memiliki masa depan yang cerah, pembeli selalu mencari pedagang yang jujur dan bertanggungjawab,  orang akan dengan  mudah setuju untuk mendirikan atau bekerjasama bisnis dengan orang jujur. Anda tentunya pernah mendengar atau membaca berbagai cerita pengusaha sukses yang berawal dari seperti contoh diatas.
Dari contoh tadi dapat diambil kesimpulan bahwa modal itu bukan semata-mata  uang dan barang, tapi diri kita adalah modal terbesar itu, dengan memanfaatkan pemberian Tuhan itu dengan baik maka uang dan barang yang selalu  meresahkan anda akan berlomba-lomba mendatangi anda. semoga tulisan ini dapat merobah pendapat anda mengenai modal. Semoga bermanfaat.